Belajar Bersyukur (I mean it!!)

Kali ini tentang tamu nya si kakak, kakak ku juga CS. Cewek berkewarganegaraan US, campuran India-Latino, tapi muka dan penampilan dia India bangetzzz. Si cewek US ini sudah menghubungi kakak ku untuk minta couch, kakak ku sudah setuju. Tiba-tiba kakak ku bilang, dia mendadak mempercepat kedatangannya ke Surabaya, karena dia kena musibah kecopetan or something, ga jelas deh. Akhirnya, malam-malam si kakak njemput dia di Gubeng.

Pertama datang kerumah, kelihatan bgt jutek nya…. tapi saya sih positif aja, kali-kali aja muke dia emang begitu. Ternyata…. jutek nya ga abis-abis!! Dari cerita yang sepotong-sepotong, akhirnya saya agak mengerti keadaan dia. Dia itu kecopetan di Bali, sebelum akhirnya dia menyeberang ke Jawa. Yang hilang adalah seluru kartu kredit serta ATM, dan… mungkin juga seluruh hal positif yang ada di dia juga!! Soalnya selama di surabaya, US girl ini selalu negatiiiiiif!!! Sisa uang tunai nya ngga terlalu banyak, karena memang dia sangat mengandalkan credit card. Pada beberapa kesepatan dia cerita, betapa BT nya dia pada si pencopet, karea CC itu sangat berarti bagia dia, dan sama sekali ngga berguna bagi si pencopet. Saya berusaha mengerti kenapa dia jutek amit-amit, karena dia abis kecopetan, dan dia sedang travelling….., di mana uang tuh artinya besaaar sekali bagi dia.  Belakangan saya baru tahu, ternyata dia juga ngga terlayani dengan baik oleh polisi Denpasar!! lengkap sudah!!

Catat ya, dia ada di rumah saya 5/6 hari, karena dia menunggu perpanjangan visa di kantor imigrasi. Dan… kakak saya menemukan excuse yang bagus untuk ngga menemani si US girl ini, yaitu ia bekerja siang dan malam. Jadilah, saya ini yang banyak menemani dia.  Saya baru menyadari, bersama seorang yang jutek, dan mengkritik segala sesuatu yang ia lihat/alami bener-bener bikin stress!! Bahasa inggris saya dicela dan di koreksi terus terusan, sampe saya sempet mkir, gimana kalo saya merevisi profile saya, dari “intermediate English” ke “Beginner English” ajah?? hahahha!! Lihat-lihat baju di mall, dia bilang semua sampah (crap red.) untuuuung, si embak toko ngga bisa bahasa inggris, bisa-bisa kita ditawur!! Lihat counter jam tangan, dia komentar “heran yaaaa, di sini banyak banget yg jualan jam tangan, tapi ngga seorangpun tepat waktu!!” Di tanya soal gado-gado di jawab “ga suka saya, apaan tuch! Cuma sayur ngga ada apa-apanya, saus kacangnya ga enak, saya pengen ke Malay, saus kacang di sana enaaak!!!” Wah… kalo semua keluhan dia saya tulis, abis dah halaman blog ini!!!

Saya sempat mengira bahwa, dia ngga pernah mengalami hal yang baik di indo ini, karena itu, dia maha jutek. Teranyataaaaa… Belakangan saya baru tahu, setelah dia meninggalkan Bali karen ngga mendapat pelayanan yang baik di kantor polisi Denpasar, dia naik kereta ke Malang. Di Malang dia merasa bener-bener “lost” dia nangis di kantor polisi. Polisi Malang ngga ngerti inggris, tapi dia ngerti dikit soal warnet. Di bawalah si US girl ini ke warnet (dan di bayarin sekalian!!), di situ ia menerima konfirmasi dari kakak ku kalau dia boleh tinggal di couch kami. Diantar lah si US girl ini oleh Polisi ke stasiun, di bayarin (atau diminta kan gratis) tiket ke Surabaya, sekaligus di mintakan makanan di restorasi. Di surabaya, dia di jemput kakak saya di Gubeng, dan kata-kata pertama yang dia berikan ke kakak saya adalah “saya udah biasa nunggu deh!!” soalnya kakak saya kan emang suka telat!! Di rumah saya, dia dapat tempat tinggal gratis 6 hari, saya mengantar dia ke imigrasi, dan membuat surat sponsor untuk dia. Di imigrasi, urusan kami jelas dan mudah, ngga mahal juga, 250 rebu untuk 30 hari lagi tinggal di Indo. Si mamah selalu berusaha menyediakan makanan untuk dia yang vegetarian itu. kata si mamah : “siapa tahu, kamu besok juga jadi traveler, semoga kamu juga bisa diberi kemudahan” Oh… si mamah emang so sweet!!! hahahahha

Setela si US girl itu pergi, saya mikir…. betapa ngga enak nya berdekatan dengan orang yang maha jutek…. Betapa ngga enak nya jalan sama orang yang ngga pernah pernah berkomentar positif….. Sesudah semua hal buruk yang sudah terjadi pada dia, banyak hal positif juga datang. Kalau secara teori “law of attraction” semakin dia jutek kayak gitu, semakin ngga ada hal positif yang datang. Trus saya berpikir….. betapa besarnya kekuatan “rasa syukur” selain bisa membuat hati lebih lapang, juga bisa bikin orang di sekitar kita jadi gembira!!! Banyak pahala loh!! So…. saya mau belajar untuk lebih bersyukur aaaahhhhh!!!!

Advertisements