Globalism SUCK!!!!!!

Ya, saya menolak globalism, free trade, AFTA / NAFTA sucks!!!
Kenapa kita harus menghilangkan semua proteksi kita atas komoditi kita? Ya, saya tahu, proteksi (bea impor dan bea-bea lain) akan membuat komoditi kita jadi mahal di luaran….. Dan… komoditi dari luaran juga jadi mahal di kita. Ini jelas memberatkan ongkos produksi, yang ujung-ujung nya memberatkan harga di komoditi d pasaran…. alias kita ga mampu beli. Tapi… ini bukan berarti OK saja untuk menghilangkan semua proteksi Itu!! OK, sebagian orang / pakar bilang kita mesti meningkatan kualitas kita, supaya komoditi kita (baik jasa maupun barang) bisa bersaing di era pasar bebas…. Tapi, sekali lagi, bukan itu jawabannya. Jawabannya sederhana saja, KITA BUTUH PROTEKSI!! Kenapa? Sederhana, sesederhana alasan kita mengapa memasang pagar di sekeliling rumah. Sesederhana alasan kita meminta tamu untuk menanggalkan sandalnya di pintu depan rumah kita, saat mereka bertamu!! Karena kita memproteksi hak kita, lantai kita yang sudah setengah mati dibersihkan seharian! Apa salahnya memproteksi. Proteksi kadang bisa membuat kita jadi kurang dewasa, kurang fight, sehingga komoditi kita jadi kurang berdaya saing di luaran, OK, ini mungkin benar…. Tapi yang saya bicarakan saat ini atalah peraturan! Proteksi berupa peraturan, yang membantu agar perdagangan berjalan dengan fair dan lancar. Peraturan menjaga agar pertandingan sepak bola tidak menjadi adu tinju, peraturan menjaga agar pertandingan tinju tidak jadi ajang tendang….

Yang kita butuhkan sekarang adalah aturan perdagangan yang jelas, tidak penuh dengan pungli. Jujur saja, jalur perdagangan kita ini penuh tikus busuk, pungli di mulai dari lelang tender sampai kuli pengangkutan….. Kita membutuhkan peraturan yang bisa memberi angin segar pada exportir, supaya kita bisa lebih menjadi subjek di pasar dunia, bukan cuma jadi objek, terutama, sekarang-sekarang ini, kita jadi objek habis-habisan, barang import dari China. Bicara soal barang import dari China, ini adalah contoh kasus yang sangat jelas, bahkan sebelum pasar bebas benar-benar terlaksana, kita sudah sesak napas tertimbun barang-barang import dari China!! Ini baru di bidang barang, bagaimana nasib jasa?? Belum lagi pasar bebas di laksanakan, kita sudah di jajah exptriat. Orang asing gampang dan bebas aja mengambil lahan kerja kita! Sementara…. teman-teman kita harus berjuang kucing-kucingan dengan petugas imigrasi (dan cambuk) di luaran sana, demi sebuah pekerjaan rendahan!! Oh shit!! Saya pernah mengurungkan diri untuk makan di sebuah restoran yang tampak asyik di Gili Trawangan, cuma karena saya melihat bahwa yang punya bule. Entah kenapa saat itu ke BT an saya benar-benar pada puncaknya, biasannya saya tidak begitu anti pati, sih!!

Negara-negara kecil di Eropa (timur) seperti Swedia, Finlandia, Bolivia, dan lain-lain menolak globalisme, mereka melakukan demo besar-besaran saat di langsungkan sidang WTO. Dan kita?? Hey!! Wake up!! GLOBALISM SUCKS!!

Advertisements