Perempuan!! Rubahlah muka dunia!!

Terakhir-terakhir ini, saya mikir, betapa besarnya pengaruh perepuan dalam sebuah komunitas. Lho?? Are U sure?? Soalnya, yang umum ada di dunia kita saat ini adalah : perempuan sub ordinat nya laki. Suara perempuan ngga di dengerin, or at least suara laki dulu, baru suara perempuan kalo masih ada tempat. Di beberapa negara maju, seperti Jerman menurut mas Bedjo, perempuan dapat porsi besar di dalam pemerintahan! Wow!  Tapi, ya who knows kalo perempuan Jerman juga tetep merasa bahwa mereka kurang merdeka, kurang eksis gitu….. Kalo di indo, kasus nya sih… perempuan biasanya jadi sub ordinat, apa lagi kalo dah bersuami….. perempuan-perempuan mandiri yang bekerja, bisa langsung melempem bak kerupuk di celup sup, kalo dah menikah. Eits!! saya ngga mo ngomentarin itu bener pa ga, bukan urusan saya looohhh.

Trus… gimana saya bilang perempuan bisa merubah sebuah komunitas?? Komunitas dalam arti luas bisa berarti  negara looh!! Wow!! perempuan bisa merubah muka sebuah negara?? Could be……  September lalu (2009) saya men-volunteer-kan diri di sebuah meeting NGO. Saya jadi penerjemah! hihihihi! nekad banget pokoknya, lah bahasa inggris juga pas-pas an, sampe nervous berat. Untung ngga terjadi “lost in traslation” waktu itu. Ok, balik keNGO tadi. Ini NGO urusannya adalah menyatukan NGO-NGO lainya, baik lokal maupun internasional, untuk menyelesaikan berbagai masalah sosial. Di Indo dan Asia, mereka lagi sibuk sama perumahan kumuh di kota besar. Saya ini sebenernya ngga ngerti apa-apa soal program perumahan ini. Saya baca sedikit di koran, masalah penggusuran ini, dan saya lihat tentunyaaa lalu… intinya, teteeep, saya ngga ngerti banyak. Gara-gara jadi penerjemah ini, saya justru belajar beberapa hal. Sebenernya, kenapa meeting ini butuh penejemah?? Soalnya, warga yang potensial sekali untuk kena gusur di Surabaya turut di undang di meeting ini. Tujuan nya, biar mereka bisa lihat gimana negara-negara Asia lain menghadapi masalah perumahan kumuh ini, dan bertukar pikiran tentunya.  Tentunya, mereka ngga bisa bahasa inggris, sementara semua presentasi di lakukan dalam bahasa Inggris, eh… kecuali dari delegasi Mongolia, mereka presentasi pake bahasa Mongol, yang yaiks!!! Seumur-umur saya ngga pernah denger!! Dan di terjemahkan oleh NGO nya ke dalam bahasa Inggris.

Ternyata….. hampir di semua presentasi saya menemukan kata-kata : Tabungan perempuan. Apa itu tabungan perempuan? Ya tabungan nya ibu-ibu lah!! Alias tabungan yang di buat/ di motori oleh LSM masing-masing, dikelola (baca: di isi, di catat, dan di gunakan) oleh perempuan/ibu-ibu dalam komunitas, untuk kepentingan bersama. Misalnya, mbangun MCK, bikin saluran air, dll. Kalo di perumahan kaya tempat saya ini, kita di mintain uang setiap kali ada yang mau di bikin. Pas mau pasang paving, kita wajib bayar 400.000 untuk setiap rumah, kalo mau bikin gapura, di mintain lagi, dll! Kalo mereka engga, nabung pelan-pelan, soalnya…. namanya juga perumahan kumuh, mosok butuh penjelasan lbh jauh?? Selain tabungan untuk membiayai keperluan umum, ibu-ibu ini juga punya tabungan pribadi, buat kepentingan pribadi. Intinya, LSM-LSM yang “mendampingi” mereka menanamkan sesuatu yang “baru” yaitu budaya menabung!! Kenapa bukan tabungan bapak-papak?? kata ibu-ibu itu, emang yang bisa simpen uang tuh ibu-ibu, trus teliti sama pencatatannya…. Sebenernya ngga semua perempuan sih, contohnya kan saya….. hihihihi (malas nabung, ngga teliti, boros pulak!!) Dan… ternyata tabungan perempuan ini biasanya merupakan awal dari semua program!!

Misalnya di Surabaya nih, kan yang rawan kena gusur itu sepanjang kali surabaya. Alasannya, kan mereka kumuh, bikin jelek, bikin kali kotor, lagian orang tuh minimal bangun rumah minimal 5 mtr dari pinggir sungai (garis sempadan) Nah, sebelum program kebersihan, mundurin rumah, bikin MCK (biar ngga langsung dibuang ke kali) dll itu  di laksanakan, yang pertama kali di perkenalkan pada mereka adalah : tak lain dan tak bukan!! tabungan perempuan!! Kenapa kok ngga di usir aja mereka dari pinggir kali??? lah…. ini penjelasannya bisa panjang dan lama, dan OOT (out of topic) hihihihihi!! jadi, ngga saya bahas aaahhh!!

Delegasi Bangla menjelaskan, di bangladesh, tabungan perempuan nya maju banget. Bahkan,  sebelum program perbaikan slum area di bangladesh di mulai, tabungan perempuannya  sudah maju. Mereka malah bilang itu bank perempuan, bukan lagi tabungan perempuan! Dengan bank perempuan, perempuan Bangla bisa buka usaha kecil-kecilan, bisa dapat uang, dan dibebaskan dari predikat pengemis! Bahkan bank perempuan Bangla, sudah bisa kasih kredit perumahan lhooo!! jadi, para developer juga percaya kredibilitas mereka!

Akhir Desember saya mengunjungi teman yang punya yayasan sosial di Bali, yang pernah saya tulis di posting saya tentang obat panu.  Dia menjelaskan pada saya, betapa pentingnya memberi pekerjaan pada perempuan-perembuan di Karangasem, biar mereka ngga perlu lagi mengemis di Ubud dan sekitarnya! kira-kira begini alur chain reaction nya :  Kalau para ibu bekerja–> Ibu-ibu jadi PD & bahagia bisa ngasih makan anak nya layak–> anak-anak mereka akan melihat ibu mereka bekerja & bahagia –>mereka jadi PD–>mereka makan dengan layak–>otak mereka tumbuh dengan baik–>mereka siap membangun masa depan yang baik!! Namanya juga skenario baik, jadi kita ngga mbahas ibu-ibu perkotaan yang bekerja siang malam, anak nya di urus babu, suaminya hamil ma orang lain, akhirnya si istri marah-marah dan histeris sambil pake topeng di reality show *sambil mindahin channel tv dari acara “Masih kah kau mencintai ku“!!

See, betapa besarnya perubahan yang bisa terjadi, hanya dengan merubah perempuan dalam kumunitas itu….. Biarpun perempuan sering jadi  sub ordinat laki…..  Eits!! saya bukan femisit, tapi saya mo bilang : Perempuan!! rubahlah muka dunia!! (ke arah yang positif lhoooo yaaaaa!! kalo engga, ntar kita kiamat sebelum 2012!!)

Advertisements