Bitching Time : Perempuan Simpanan

Harus diakui, biarpun dengan sangat amat terpaksa….. kalau bitching (ngomongin orang) itu endesss! Terutama kalau ngumpul ma temen, trus sudah ga ada bahan pembicaraan, dari kejauhan sudah mulai terdengar jenkring berbunyi, lalu tangan mulai merogoh smartphone masing-masing……. bitching could help so much!

Kali ini, saya mau bitching soal kakak sepupu. Tepat nya….. istri simpanan kakak sepupu. Eh, sudah beneran istri apa belum ya? Ga penting! Fakta selanjut nya adalah, mereka sudah punya anak 2 orang.

Sejak pertama kali saya dengar kakak punya istri lagi di Jakarta, saya langsung mikir : “Kebodohan macam apa lagi ini??”

Alasan pembenaran untuk kakak saya adalah : dia belum punya anak sendiri. Begini, kakak saya menikah dengan janda beranak 2. Ke 2 anak mereka sekarang sudah berkeluarga, dan semua tinggal di bawah satu atap. Bukan karena ga punya uang, ya….. cuma seneng aja kali kumpul gitu. Kakak saya ngga ada masalah finansial.

So…… jadi begitu, lelaki, kalau punya uang, bawa an nya pengen kawin lagi?? Entah lah.

Tante saya (ibu dari kakak sepupu tersebut di atas), sejak awal tahu soal ini. Saudara-saudara kakak juga tahu. Perempuan itu beberapa kali datang ke pertemuan keluarga mereka. Menurut saya sih, tante setuju aja sama hubungan ini. Tante bilang, toh menantu janda itu ngga bisa memberikan cucu buat dia. So, kalau ada perempuan yang curhat soal suaminya yang tak setia, lalu ibu mertua juga “mendukung” praktek ketidaksetiaan itu…… Ga usah heran. Emang ada yang begitu. Menurut saya, kayak nya tante saya bangga gitu, anak lelaki nya jadi “lelanangin jagad” alias pasaran nya bagus banget. Sampe ada perempuan berkualitas yang rela-rela nya cuma jadi simpanan.

Menurut tante saya, perempuan ini pintar, bisa menghidupi diri sendiri. jadi, dia ngga menuntut banyak dari suami nya yang cuma separoh itu.

Menurut saya, perempuan pintar ngga akan menempuh jalan ini…… Membina hubungan romatis  dengan suami orang??  Pliss deh!!

Kamu perempuan berumur?  Mandiri?  Dan  butuh kasih sayang lelaki? Hey!! Banyak laki-laki diluar sana yang berstatus “bebas”, dan bisa bekerja sama dengan mu!! Mau yang komersial ada, yang takut komitmen-mau pacaran aja ada, yang emang serius cari istri ada, yang for fun ada, atau yang emang penganut poligami…… So many choices!!

My point is, jangan cari yang status nya sembunyi-sembunyi! Capek kaleeeee!! Maen petak umpet kok terus-terusan??

Anyway….. soal status mandiri dan pintar cari duid sendiri, yang digembar gemborkan di awal cerita  itu…….. Belakangan perlu direvisi.

Sekarang anak mereka sudah 2, butuh sekolah dong, butuh biaya….. Mulai deh perempuan itu merong-rong kehidupan kakak saya. Katanya…. kiriman dia ngga cukup. Trus, karena kakak saya suliiiiiit sekali dihubungi, dia pun menghubungi ibu dari kakak saya. Si tante. Perempuan pintar  itu manangis-nangis, bilang kalo kakak saya kasih duit agak banyak, lalu kakak saya minta dianggap mati #pintarBangetz! #rollingEyes

Belakangan sangking stress nya, karena terus-terusan ditelpon perempuan jakarta itu,  tante ngerumpi sama ibu saya. Tante bilang, ” Itu perempuan “ga bener” udah tahu suami orang??! Mau apa lagi dia??”

Well…… Awal yang salah, emang bisa dilanjutkan jadi baik?? Ya engga laaaahhhh. Awal yang salah bisa berakhir baik, kalau……. dalam perjalanan nya terus diadakan perbaikan. Lha kalau kasus ini?? Kayak nya ngga diperbaiki, malah dibikin kacau.

Gimana ngga??

Kalau dibilang anak pertama “kecelakaan” maunya have fun, tapi kok….. OK. Lalu? Anak ke 2?? Jelas intentional kan? Dari awal mau punya anak kan?

Kalau dari awal perempuan itu emang cuma pengen anak aja, harus nya dia jauh-jauh aja dari kakak saya.  Memulai kehidupan yang bahagia sebagai fabulous single mother. Saya rasa, perempuan yang pengen punya anak, tapi ngga pengen punya suami adalah….. w-a-j-a-r. Kan katanya perempuan punya naluri keibuan? Tapi, naluri keistrian ngga pernah disebut tuh? Artinya emang bisa aja perempuan pengen punya anak tapi males punya pasangan. Nyatanya? Dia terus-terusan menghantui kehidupan kakak saya. Telpon ke saudara-saudara kakak juga!

Kalau perempuan ini emang butuh pasangan……ngga mau sendirian……. Trus, kalau sama suami orang begini? Apa ngga jadi nya balik sendirian lagi?? Ga berguna dong?? Mending sendiri aja dari awal, ngga ribet!

Dari sudut mana pun saya ngga bisa ber empathy sama perempuan ini……… Dia itu, bodoh…… pake sekali!

Bukan nya saya setuju sama kakak saya…… dia brengsek, for sure!! Lelaki macam itu, dengan alasan mau punya anak sendiri, terus melukai banyak orang yang mencintai dia?? Mana bisa bener? Terus, sekarang, tanggung jawab dan komitmen nya sama mahluk-yang-dia-sebut-anaknya-sendiri, perlu dipertanya kan. Lalu……. mengharap apa? Ntar dia tuwa, anak-anak itu mau merawat dia??!! Kalau memang bisa begitu, bagus banget! Tapi kalau anak-anak itu menganggap dia sudah mati sejak lama…… Ya jangan tanya kenapa?

Yeah…. whatevaaaaa….. sekian bitching nya.

 

Advertisements