Ada Yang Salah Dengan Pendidikan Kita

Pendidikan di Indonesia itu semuanya tentang nilai-nilai-nilai! Maksudnya bukan nilai “value” tapi nilai “marks/score”.

Saya bukan praktisi pendidikan, bukan juga mahmud yang punya anak lagi sekolah, saya cuma adiknya guru les private. Iyes, kakak saya bekerja sebagai guru les, dan kita berbagi ruang kerja di rumah, komputer kami bersebelahan. Jangan ditanya lagi berapa banyak curhat yang sudah tercurah pada saya, dari si kakak di cubicle sebelah.

Jadi, saya emang bukan praktisi pendidikan, tapi komputer saya bersebelahan dengan praktisi pendidikan. Yah…. ngga mleset jauh kaaan? Hahahha!

Kembali ke topik awal. Yes…. pendidikan di Indonesia ini kurang, menurut saya. Kurang nilai “kerja keras”.

Pas saya masih sekolah pendidikan dasar,  duluuuuu….. Lama baget lah, ga usah disebut tahun nya, wkwkkwkw. Yang saya pelajari itu kekayaan alam Indonesia. Tambang minyak, tambang batubara, tambang emas, dan lain-lain. Saya ingat, saya punya buku atlas, bagian belakang nya adalah peta Indonesia yang penuh dengan legenda bahan tambang, dari timur ke barat. Posisi Indonesia itu strategis, di antara 2 benua dan 2 samudra, bla bla bla…….. Guru saya bercerita tentang tanah yang gemah ripah loh jinawi, tentang kemakmuran tanah Indonesia…… Guru saya bilang, selain sumber daya alam yg berlimpah, kita juga punya banyak sumber daya manusia!  Percaya ga, materi pelajaran ini kurang lebih masih sama sampai hari ini.

Lha terus…… Kok ada cerita BBM mahal di tanah yang tambang minyak nya banyak ini?? Sumber daya manusia banyak, itu apa untung nya?? Buat bikin demo yang epic, di hadiri 7 juta manusia? Dulu waktu saya masih sekolah, kita ngga punya Facebook. Untung nya…… Kalo ngga, saya pasti tambah bingung. Orang tiap hari ada keluhan daya beli terjun bebas, pasar ga ada yang beli, tutup semua, kita diambang kebangkrutan!! Lha trus cerita tentang letak geografis yang strategis, sumber daya alam dan manusia yang aduhai tadi? Kan ngga nyambung??

Ada orang bilang teori Darwin itu ngga nyambung. Tapi bagi saya, teori Darwin lebih masuk akal dari pada cerita tentang sumber daya alam yg katanya melimpah, lalu masyarakatnya hidup miskin. Pemerintah nya penuh hutang, dan akan menjual negara ke pemerintah China?!?!?

Pasti ada yang salah di sini!! Dari banyak banget kesalahan, saya yakin, salah satunya adalah salah dalam materi pelajaran. Seharusnya, bersamaan dengan kita belajar tentang keberadaan tambang minyak, kita juga langsung belajar, bahwa merubah minyak bumi jadi kekayaan yang riil itu, butuh kerja keras. Butuh teknologi, serta modal banyak. Jadi, ga serta merta, tambang minyak bisa bermanfaat bagi kita semua, rakyat Indonesia!

Ini baru minyak. Belum bahan tambang lain.

Seberapa banyak modalnya?

Seberapa rumit teknologinya?

Seberapa besar usaha yang harus kita keluarkan untuk mengolah bahan tambang itu, sampai bisa menjadi kemakmuran bagi rakyat Indonesia??

Bukan cuma sekedar score 10, kalo bisa nyebutin tambang emas Martapura ada di Kalimantan Selatan!!!

Kerja keras itu ga kalah penting dari kepemilikan atas tambang itu sendiri! Pada akhir nya, kita belajar bahwa punya keahlian mengolah tambang, bisa bikin kita semakmur (bahkan lebih makmur) dari pada yang punya tambang itu sendiri!!

Contooohhh….. Freeport!

Jadi, bagaimana kita menuju kemakmuran di tanah yang sudah kaya ini?? Ya…… KERJA KERAS!

Yeah….. saya punya kabar buruk : Ternyata hasil berjalan searah dengan usaha!!

 

 

 

 

 

Advertisements